Minggu, 13 Januari 2013

Analisis Esay Sastra


BERPROSES BERSAMA ANAS MA’RUF MENGULAS PUISI
KISAH ZAMAN
 oleh: Rumaniyah


A.    Biografi Anas Ma’ruf
Anas Ma’ruf lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 27 Oktober 1922. Pernah menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada tahun 1948 dan ikut mendirikan Berita Indonesia tahun 1945 di Jakarta. Pernah jadi pemimpin Umum majalah Nusantara (1946), redaktur majalah kebudayaan Arena dan majalah Patriot di Yogyakarta (1946-1947). Selain itu, ia juga anggota redaksi majalah Indonesia (1950-1952) dan Sekretaris Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (1955-1957). Anas yang dikenal sebagai “administrator kebudayaan” ini juga menerjemahkan karya-karya seperti Gitanyali, Kabir, Shadana, Nyalakan Terus, Antara Kita, Pandu Masa (Sanjak) dan citra karya Rabindranath Tagore. Pada tahun 1962, ia bersama Djamaluddin Malik, Umar Ismail, Asrul Sani, Mahbub Djunaidi, dan para seniman budayawan lain, bergabung di Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia, sebuah lembaga di bawah naungan Nahdatul Ulama.

B.    Puisi Karya Anas Ma’ruf


Kisah Zaman
Anas Ma’ruf

Desir desau air mengalir
          ke pantai mara
          tujuan nyata
Dari udik sampai ke hilir
          penuh rahasia
          sejak semula

Risik risau ombak memecah
          di pantai landai
          buih berderai 

Entah ombak sedang bermadah
          mencurah rasa
          peraman dada.

Alangkah bahagia o, Tuhan
          jika ku mahir
         bahasa air 

Hendak kudengar kisah zaman
         di bibir pantai
         di tepi sungai

Kebudayaan Timur I, 1943


C.    Waktu penciptaan
Banyak karya yang dihasilkan dan hasilnya sangat luar biasa akan tetap tidak banyak orang yang mengenal Anas Ma’ruf, terutama kaum muda yang hidup dalam alam yang telah dibalut dengan berbagai modernitas dan gemerlap gaya hidup saat ini. Dalam dunia sastra  puisi Kisah Zaman yang menggambarkan kebudayaan Timur I yang diterbitkan sejak tahun 1943 menjadi ulasan yang sangat menarik dan menggambarkan seseorang yang mempunyai harapan dalam mkehidupan masa depannya.

D.    Latar Belakang Penciptaan
Latar belakang kehidupan seseorang, pengalaman-pengalaman bekerja pada bidang yang variatif atau berbeda sering melekat dan memberi ciri tertentu pada tindakan atau karya cipta seorang pengarang di kemudian harinya. Demikian pula, seperti halnya terjadi pada diri pengarang Anas Ma’ruf. Ia yang lahir di Bukittinggi yang pada saat itu keadaan lingkungannya masih segar asri. Keindahan alam tersirat dalam puisi hasil karangannya. Ciri lain yang mencolok dari karya-karya Anas Ma’ruf adalah kecintaannya pada daerah dan harapannya. Ini jelas terlihat pada puisi “Kisah Zaman”. Pekerjaan Anas Ma’ruf selaku redaktur majalah/surat kabar, pekerjaan-pekerjaan yang bervariasi dengan tempat yang berpindah-pindah merupakan hal yang sangat menunjang pada keahliannya sebagai seorang pengarang.

E.       Pemilihan kata
Pemilihan kata dilakukan untuk menyampaikan perasaan yang sedang dialami pengarang dalam puisi Anas Ma’ruf yang berjudul Kisah Zaman selilas dibaca terlihat sangat indah terutama pemilihan kata yang digunakan sangat sesuai, sehingga ketika dibaca terasa keindahannya. Terutama puisi ini menggunakan struktur kata dan cara penyampainnya yang mudah di pahami dan lebih istimewa.

F.       Gaya Bahasa
Gaya bahasa atau gaya tulisan yang digunakan berbentuk kiasan (metaphor). Metaphor yaitu cara mengungkapkan pengertian atau maksud tentang sesuatu dengan menyamakan sesuatu ini dengan hal lain secara implisit:
Desir desau air mengalir
          ke pantai mara
          tujuan nyata 
(kehidupan yang dijalani digambarkan seperti desir desau air mengalir kepantai  mara).
Selain metafora dalam puisi ini menggunakan majas personifikasi menggunakan seolah-olah seperti atau sesuatu yang tidak hidup menjadi seakan-akan hidup.
Entah ombak sedang bermadah
          mencurah rasa
          peraman dada.
 (ombak yang  sebenarnya benda mati seakan-akan bisa bicara dan seakan-akan hidup dan ikut merasakan)

G.     Tema
Sudah sangat dikenal bahwa tema dalam sebuah puisi adalah gagasan atau dasar dalam sebuah karya, maka dalam puisi Kisah Zaman Nampak jelas gagasan yang diambil. Jelas terlihat pada ratapannya terhadap kehidupan yang dihadapi menjadi kenyataan diungkapkan dalam puisi Anas Ma’ruf. Sehingga dapat disimpulkan tema yang di ambil adalah kisah pribadi atau pengalaman yang pernah di alaminya.

H.      Amanat Puisi
Dalam karya sastra tentunya selain ada latar belakang penulisan tentu ada pesan moral yang ingin disampaikan adalah ketika kita hidup dalam suasana yang begitu sulit, semua hal yang terjadi hanya bisa ikhlaskan dan setiap manusia pasti mempunyai harapan untuk hidup yang lebih baik di masa depan.

I.           Isi Puisi
 Dalam puisi maka ada sesuatu yang ingin disampaikan dimana dalam puisi Kisah Zaman ini mengisahkan sesuatu yang dirasakan oleh penyair dimana ketika dalam hidup berada pada suasana yang sangat sullit dan mengharapkan kehidupan yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya.

J.        Bunyi dan Aspek Puitik
Penggunaan bahasa puisi sering berkaitan dengan pemilihan kata dimana sangat bersangkutan dengan bunyi yang dihasilkan dalam setiap akhir baris puisi. Maka dalam puisi Kisah Zaman  di identifikasi sebagai berikut:
Desir desau air mengalir              sebagai pendukung arti
         
           ke pantai mara
         
           tujuan nyata 
Bunyi yang dihasilkan dalam puisi  ini persamaan bunyi  antara baris kedua dengan baris ke tiga

K.      Citraan
Selain menggunakan  perasaan, pembuatan puisi membutuhkan  citraan dimana dalam puisi karya Anas Ma’ruf ini sangat berkaitan sehingga dipaparkan sebagai berikut:
Citraan pengelihatan
Risik risau ombak memecah
          di pantai landai
          buih berderai 
(seakan melihat ombak memecah di pantai landai).
Dalam puisi Kisah Zaman ini sebagian besar berisi mengenai  citraan pengelihatan sebab dapat terbaca secara jelas dalam penggambarannya.

L.       Alat Retrorika
Dalam alat retorika ini di butuhkan suatu pengimajian, yang mana disini alat yang dimaksud adalah benda-benda disekitar yang dapat digunakan sebagai penyampaian karya sastra agar dapat ditangkap atau dipahami dengan penggambaran melalui bahasa. Seperti halnya yang dapat dilihat melalui puisi Kisah Zaman  misalnya:
Alangkah bahagia o, Tuhan
          jika ku mahir
         bahasa a
ir
Air yang diibaratkan bisa berbicara dan bisa dimengerti bahasanya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar